Oo Gituu…

scroll it, you'll love it

Backend: xine OR gstreamer?

with 2 comments

xine

Mungkin kita senang memainkan video memakai VLC, Totem, Dragon Player, Kaffeine, Xfmedia, atau aplikasi video player lainnya. Untuk pemutar musiknya mungkin sering pakai Rythmbox, Banshee, AmaroK, JuK, Exaile, Audacious, XMMS, atau pemutar musik lainnya. Ya, semua itu adalah frontend dari dua backend judul pembahasan ini. Backend boleh juga dibilang engine dari frontend.

Xine dan GStreamer merupakan dua backend yang digunakan oleh frontend-frontend di atas. Dapatkah kita memiliki keduanya dalam sistem kita? Ya tentu saja boleh, hanya saja pertanyaannya untuk apa butuh dua orang untuk mengerjakan satu hal yang masing-masing mampu mengerjakannya sendiri ๐Ÿ˜‰

Kalau begitu, mana backend yang lebih baik? Xine atau GStreamer? Tentu ini sama halnya seperti perang distro atau perang desktop ๐Ÿ˜‰ Kalau ingin lebih tahu lebih banyak tentang kelebihan masing-masing ya browser di desktop kita siap membantu ๐Ÿ™‚ Di sini, kita hanya menginginkan untuk memilih backend mana yang tepat untuk aplikasi yang kita gunakan.

Saran saja sih, biar lebih singkat ๐Ÿ™‚
Gnome -> GStreamer
KDE -> Xine

Banyak aplikasi-aplikasi di media player di Gnome yang menggunakan backend GStreamer, so kalo kita ingin memainkan video atau audio file maka carilah library/codec yang berhubungan dengan GStreamer tersebut (gstreamer-plugins-ugly, gstreamer-plugins-bad, gstreamer-ffmpeg).

Nah, kalo pake KDE, Phonon-nya lebih banyak pake backend Xine. Misal AmaroK bisa saja menggunakan backend GStreamer, hanya saja Kaffeine dan Dragon Player secara default menggunakan backend Xine. Ya kan kurang efisien kalau yang satu pake backend Xine, terus yang lain pake backend GStreamer. Karena KDE lebih bersahabat dengan Xine ya sudah cari library/codec untuk Xine saja (libxine1-codecs).

Semoga permasalahan multimedia gak menghambat kita dalam menggunakan GNU/Linux;) Untuk info lebih lanjut mungkin bisa browsing sana-sini ya ๐Ÿ™‚

Keyword aja deh untuk install multimedia, detail library lainnya biasanya akan masuk ke dalam dependensi:

-------------------------------------------
GStreamer | gstreamer-plugins-ugly,
          | gstreamer-plugins-bad,
          | gstreamer-ffmpeg,
-------------------------------------------
Xine      | libxine1-codecs
-------------------------------------------
+keduanya | libmad, libid3tag, libavcodec,
          | libx264, libfaad, libxvidcore
-------------------------------------------

MPlayer

Backend lainya: MPlayer

Oke, cukup segitu dulu. Pusing-pusing dikit gara-gara gak bisa muterin file .mp3 ya gak apa-apa, yang penting bisa tau dan menemukan solusi dari apa yang sebenarnya terjadi dalam komputer kita ๐Ÿ˜‰

Play the sound… ๐Ÿ˜‰

Advertisements

Written by Allan AS

4 June 2010 at 7:45 pm

Posted in GNU/Linux

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. apa g terlalu sederhana blog nya…?
    eniwey,nice quote…

    goris

    4 June 2010 at 8:46 pm

    • wah ni, baru tadi malem diporting dari pesan-pesan grup… tema blognya sih somplicity, ni masih pake template standar umurnya z baru beberapa jam ๐Ÿ˜‰

      allanas

      5 June 2010 at 8:51 am


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: