Oo Gituu…

scroll it, you'll love it

Dua Resep Menjalankan Emulator Android di PC

with 2 comments

Android

Untuk menjalankan Android di komputer sebenarnya tidak terlalu sulit, tetapi tidak terlalu mudah juga untuk pertama kali;) Ada setidaknya dua cara yang dapat dilakukan untuk menjalankan emulator Android di komputer kita. Beberapa tools yang dibutuhkan juga tidak sulit untuk didapatkan, meskipun ukurannya cukup besar untuk didownload (tetapi tidak terlalu besar;).

Oh ya, di sini hanya diberikan beberapa gambaran dan link sebelum mencoba menjalankan emulator tersebut. Tujuannya, agar teman-teman dapat memilih cara mana yang sesuai kalau hanya sekedar “mencicipi”. So, jangan sampai sudah cape-cape mendownload program ini-itu yang dibutuhkan, tetapi tidak kunjung mendapatkan apa yang diinginkan;)

Nah, berikut merupakan dua resep yang dapat digunakan untuk menjalankan Android di komputer. Kelebihan dan kekurangan masing-masing juga saya jelaskan sepintas:)

Update Note: Kalau sekedar ingin menjalankan aplikasi Android di PC, pake saja BlueStacks [http://www.bluestacks.com/]

Resep #1 Menggunakan SDK Android (recommended)

Inilah tools yang dipakai developer untuk mengembangkan aplikasi Android. Berhubung di sini kita hanya sekedar “mencicipi” Android, mungkin tools yang kita butuhkan di sini hanyalah emulatornya saja. Berikut merupakan hasil dari resep pertama kita ini. (klik gambar untuk fullsize;)

SDK Android Emulator

Inilah bahan-bahan yang diperlukan untuk menjalankan emulator Android menggunakan SDK-nya:

1. JDK –> 76.7 MB [ link download ]
2. Android SDK –> 32.8 MB [ link download ]
3. Komponen dasar, diinstall saat menjalankan SDK Manager
– SDK Tools,
– SDK Platform Tools,
– Platform Android 2.x –> ~90 s.d. 100 MB

 

Sekilas cara menginstallkannya:

1. Install JDK
2. Install Android SDK
3. Buka SDK Manager (yang terinstall dari step #2 di atas)
4. Install komponen dasar (lihat poin #3 pada bahan-bahannya)
* misal ingin mencoba juga Honeycomb, maka pilih juga untuk menginstallkan Platform Android 3.0 (atau 3.1)
5. Buat profile Android Virtual Device
* pilih Platform Android terinstall untuk dijalankan
6. Jalankan Virtual Device (alias si emulator)

 

Berikut detail cara “memasaknya”: http://www.maggadget.com/guide-how-to-test-drive-android-2-3-on-windows/

Nah, kalau menggunakan cara pertama ini kelebihan dan kekuarangannya sepintas seperti berikut.

Kelebihan:
- dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi Android
- tersedia Platform Android mulai dari versi 1.5 s.d. 3.0
- dukungan aplikasi yang lebih luas
  (install aplikasi via Android Market atau via SDK dengan command adb install)
- portable, setelah semua paket dasar sudah terinstall, tinggal
  copy-paste saja kalau ingin menjalankannya di komputer lain;)
- aplikasi yang terinstall akan tetap ada di Virtual Device yang kita buat

Kekurangan:
- harus mendownload banyak paket berukuran besar
- membutuhkan koneksi internet untuk menginstallkan komponen
  dasar
- lambat, meskipun di komputer yang "wah...", maksudnya tidak
  selancar dan secepat di handset aslinya;)
- di beberapa komputer bahkan tidak kuat menjalankannya;)

 

Kalau merasa cara di atas terlalu sulit (terutama untuk download paket-paketnya yang besar), berikut merupakan alternatif lainnya (masih seputar SDK).

Android by Haseeb

Repot membangun SDK tersebut jika hanya ingin sekedar menjalankan emulatornya saja? Nah, coba buka halaman berikut, SDK yang sudah dipaketkan oleh Haseeb (57.7 MB) [not recommended: pas saya coba eh gak bisa jalan juga aplikasinya;]. Eiits… tunggu dulu, itu merupakan packed size-nya dan kalau diunpack akan menjadi sekitar ~250MB;) Oh ya, jangan lupa juga mendownload .EXE file yang sudah difixnya, soalnya .EXE file di dalamnya gak bisa untuk ngejalanain emulatornya. Kecil kok file fixed-nya dan untuk link sudah tersedia pada page di atas.
Link download dan petunjuknya buka saja:
http://www.addictivetips.com/windows-tips/download-google-android-emulator/
Kelebihannya yakni ukuran paketnya gak terlalu besar dan mudah instalasinya, sedangkan kekurangannya mungkin di platformnya yang masih 1.5 (Cupcake).

Resep #2 Menggunakan Android-X86

Android-X86 merupakan porting dari code Android untuk dapat dijalankan pada PC kita. Sama seperti distro GNU/Linux, Androidx86 ini berupa LiveCD. Nah, cara yang paling mudah tentunya dengan membakar file ISO-nya ke dalam CD dan menjalankan langsung via LiveCD. Apabila tidak mau repot-repot membakarnya ke dalam CD, kita pun tetap dapat menjalankannya secara virtual. Berikut merupakan hasil dari resep kedua ini. (klik gambar untuk fullsize;)

Android-X86

Inilah bahan-bahan yang diperlukan untuk menjalankan Android-X86:

1. android-x86-2.2-generic.iso –> 82.4 MB [ link download ]
2. VirtualBox-4.0.6-71344-Win.exe –> 78.4 MB [ link download ]

 

Berikut cara “memasaknya”: http://www.tech-recipes.com/rx/7517/virtual-box-how-to-run-android-os-and-android-apps-on-your-computer-without-a-phone/

Untuk cara kedua ini kelebihan dan kekuarangannya sepintas seperti berikut.

Kelebihan:
- lebih cepat dijalankan, meski di komputer yang pas-pasan
- paket untuk didownload lebih sedikit, setidaknya cukup
  file .iso-nya saja jika ingin menjalankannya secara
  LiveCD
- tersedia berbagai platform untuk didownload

Kekurangan:
- dukungan aplikasi terbatas
- satu file .iso untuk satu platform saja
- membutuhkan VirtualBox untuk menjalankan secara virtual
- harus mengkonfigurasi virtual SD Card untuk menyimpan aplikasi terinstall

 

Nah, gimana sudah ada gambaran kan bagaimana cara untuk menjalankan Android di komputer kita;) Terserah teman-teman menyukai “resep” yang pertama atau kedua. Kalau resep pertama tentunya lebih menantang, iya gak? Tetapi butuh kesabaran DAN spesifikasi komputer yang lumayan, minimal dengan prosesor berinti ganda dan RAM 1GB lebih;) Dengan menggunakan resep ini, kita lebih tahu bagaimana teknis pengembangan aplikasi Android itu sendiri. Jika memiliki komputer dengan spesifikasi bagus, saya sarankan untuk mencoba resep pertama ini.

Resep kedua tentu solusi praktis kalau ingin sekedar menjalankan Android tanpa repot ini itu;) Sayangnya, tidak ada dukungan Android Market untuk resep ini. Resep kedua ini hanya saya rekomendasikan apabila komputer yang dimiliki tidak kuat menjalankan resep pertama di atas:) atau juga sudah mencoba resep pertama dan penasaran ingin mencoba resep kedua ini:)

Oke deh, semoga informasi ini bermanfaat dan selamat mencoba aja ya.

Advertisements

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. saya pakai sdk android lalu saya download bbm nya juga.. yang menjadi hambatan memang lambatnya itu loh..

    kira kira kalau kalau saya pakai android-x86 bisa bbm’an juga gk ya

    • android-x86 kurang uptodate bro… mending kalo mau coba BBM for Android di PC pake BlueStacks aja [http://www.bluestacks.com/] Lebih lancar n bisa fullscreen juga (kayak pake tablet 🙂

      Allan AS

      2 November 2013 at 1:32 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: